Kamis, 11 Juni 2020

Do right for the best !!



Terkadang ...

kita tidak tahu apa yang sedang kita jalani di hidup ini...kita tidak tahu sudah berapa juta detik kehidupan yang kita jalani...

kita tidak pernah menghitung berapa juta liter air mata yang telah tertumpah oleh kita terhadap orang lain dan orang lain terhadap kita...

kita tidak pernah tau berapa oksigen yang kita hirup didunia ini...

hidup didunia ini adalah sebuah keberuntungan bagi kita manusia...

kita hanya harus menjalani hari demi hari, segala yang telah kita lalui dalam hidup ini tidak dapat kita ulangi seperti kita memutar sebuah film...

Yups ... benar sekali .. memang bahwa dunia ini bagaikan drama yang dimainkan sejuta umat manusia, namun drama yang diperankan memiliki batas waktu sendiri bagi pemerannya. sang pemeran memiliki karakter masing-masing dan dialog yang tidak ditentukan. sejuta umat manusia itu pun dapat saling mempengaruhi karakter lawan mainnya.

what's your character?

Taukah, aku telah mengenal banyak karakter dari orang-orang yang aku jumpai selama aku bernafas hingga aku menuliskan kata-perkata yang ada dalam tulisan ini. dan sudah banyak juga karakter yang aku jalani, but masing-masing yang aku jalani dapat menguntungkan dan merugikan bagi diri ku sendiri, terkadang juga banyak penyesalan dari drama yang aku jalani di dunia ini.

namun seperti yang aku katakan, apa yang telah aku jalani tidak dapat aku ulangi, yang bisa dilakukan adalah memperbaiki nya untuk menjalani yang lebih baik. beberapa penyesalan yang telah aku perbuat hanya dapat aku jadikan sebagai pembelajaran dan sharing bagi teman yang membutuhkan.

selagi masih menikmati hari ini,tidak ada salahnya kita menjalani drama yang baik, yang menguntungkan dan membuatnya menjadi happy ending. do right for the best !

Rheo

Minggu, 07 Juni 2020

INSPIRASI


Seperti sebuah kebetulan bila aku selalu mendapati meja itu kosong. Mungkin lantaran terlalu dekat dengan badan jalan atau lahan parkir dimana banyak kendaraan berlalu lalang, sehingga debu atau kepul asap bisa saja mengusik nikmatnya mengunyah jajanan.

Hanya aku, double cheeseburger, dan segelas sundae coklat yang sore ini begitu akrab menatap kehidupan yang bergerak di jalan. Menikmati sudut kota yang egois.

Hmmh, sejenak aku teringat. Sudah beberapa minggu terlewat, dan tak ada lagi tulisan baru di blog yang kubuat. Benarkah lantaran kesibukan yang padat, atau memang sungguh-sungguh tak sempat? Aku tersenyum masgyul, saat pikiran naif yang muncul. Bisa jadi memang rasa penat yang menjadi alasan kuat, mengapa celotehku tak lagi tersurat. Atau, mungkinkah sudah tak ada lagi hasrat?

Ponsel di saku celana jeansku bergetar. Sebatang sigaret yang tadinya siap kusulut, kukembalikan ke kotaknya. Ya, tadinya. Sebab tiba-tiba saja aku merasa bahwa mungkin dengan kepulan asap rokok bisa saja kutemui sebuah inspirasi.

Inspirasi? Haruskah ia kutemui dengan membiarkan nikotin terus mengoyak paru-paruku yang kian ringkih? Aku tersadar sendiri. Tidak, kali ini jangan lagi dengan kepulan asap rokok seperti biasa.

Ibu jariku membuka pesan singkat yang muncul di layar ponsel. Hei, lg ngapain? Aku mampir lg di blog kamu. Blm ada yg baru. Knp? Msh sibuk? Atau, blm ketemu inspirasi ya? Ia teman baru ku, seorang teman yang sangat senang membaca celotehku, aku kenal dia di blogku. Aku tercengang, dan terbawa pada pikiranku yang mengepakkan sayapnya lebar-lebar untuk terbang.... Melayang....

.......................

"Kamu salah, Rhe. Banyak cara lain yang bisa kamu lakukan seperti yang sudah kamu lakukan selama ini. Tapi please, aku mohon jangan lakukan seperti yang kamu ingini sekarang ini." pintanya.

"Maksud kamu?" tanyaku memojokan..

"Ya, lakukan cara seperti yang biasanya kamu inginkan saat memulai sebuah tulisan. Seperti saat kamu berkubang dalam perasaan jatuh cinta yang begitu meraja. Atau seperti saat kamu menemukan falsafah ringan di tengah kemacetan jalan. Atau mungkin hanya sekedar celoteh ringan yang lahir dari keinginan kamu yang berharap dunia sekitar bersikap dan berpikir lebih bijak."

Aku menghela nafas. Berharap di benakku tertata kalimat pembelaan. Namun lidah terasa gamang untuk lantang berbincang. Perlahan pasir waktu menguburku dalam diam.

"Jadi aku salah bila ingin menjadikan seseorang tersebut sebagai satu-satunya sumber inspirasi?" tanyaku lirih.

"Dia, atau siapapun. Jawabannya adalah ya." sahutnya tegas.

"Alasannya?"

"Rhe, kamu tahu sebuah alasan, seperti ketika kamu ingin memulai sebuah tulisan. Coba pikirkan, dan renungkan." ajaknya.

Aku kembali terdiam. Bahkan seperti tak lagi mampu menyusun kata.


Pikiranku sejenak terayun dalam biduk kebimbangan. Bisa jadi benar apa yang dikatakannya. Bila semua inspirasiku hanyalah bersumber tentang seseorang, betapa terbatasnya bilangan kata yang mampu kuungkapkan? Lalu ada berapa banyak kisah yang mampu kubingkai dengannya?

Sungguh. Selama ini aku selalu percaya pada kepak sayap imajinasiku. Ia pula yang membawaku untuk hinggap di mana aku bisa menemukan inspirasi. Inspirasi yang kemudian tumbuh dan memekar di benak. Lantas menuntun jemariku untuk mengungkapkannya. Terlepas apakah itu memang kisah keseharian yang kualami dan sungguh terjadi ataukah hanya semata lahir dari rahim imajinasi.


Hei, mengapa tidak kembali kudekap imajinasi dan membiarkan diriku untuk mengangkasa lagi bersamanya? Tiba-tiba saja aku merasa ingin tertawa terbahak. Bibirku perlahan lebar terkuak. Aku tergelak.

..........................................

Aku tersadar dan sesaat merasa kikuk. Beberapa orang menoleh dan memandang dengan tatapan aneh. Astaga, rupanya aku tadi sungguh-sungguh tertawa keras! batinku. Dengan gegas kulahap separuh burger yang tersisa. Sore ini, mentari tampak bersinar lebih jingga dari sore kemarin. Duh, tiba-tiba aku merasa kangen untuk kembali menulis di blogku!

Rheo

STUPIDITY RUINS EVERYTHING



hidup manusia selalu berisikan proses, perjalanan, dan perjuangan. banyak hal yang bisa mempengaruhi hidup, termasuk nasib yang sudah digariskan oleh tuhan, takdir, dan free will dari manusia.

free will adalah kehendak bebas, hak mutlak manusia untuk turut serta membuat keputusan, dan menentukan hidupnya mau dibawa kemana.

manusia adalah mahluk yang paling setia dengan proses hidupnya, tidak bisa mungkir atau menghindar, di dalamnya ada yang dinamakan kebodohan atau stupidity, yang paling besar pengaruhnya dalam proses hidup.


"tak ada noda ya tidak belajar"

itu slogan yang paling saya suka sekaligus saya benci.. !

kenapa..? 

noda itu identik dengan kesalahan dalam sebuah pengalaman, dan ketika noda itu terus ada dalam hidup, brarti kita harus senantiasa mencuci atau membersihkannya. 
jika noda tanah oke masih bisa dihilangkan, bagaimana dengan noda oli? dan bagaimana jika senantiasa setiap baju baru yang dipakai selalu kena oli? padahal stok baju kita tidak banyak. pasti keadaan ini akan membuat frustasi dan tidak nyaman. tidak ada pakaian bersih yang dipakai dan selalu di pandang atau di lihat buruk di setiap keadaan.

lantas bagaimana solusinya?
padahal banyak sekali kepentingan dan keadaan menuntut kita kelihatan bersih juga tanpa noda?

jawabannya adalah MENJAGA
menjaga supaya tidak kotor tidak kena oli dan tidak BODOH!  
karena kebodohan bisa menghancurkan segalanya.

Rheo

Moment Of Love

Moment Of Love


It's the moment when everything just stopped
That is when I first saw you

The smile that can make the blue mood gone,
The laugh that can make the pain go away.

The moment that I missed the most
Just to see you smile and hear you laugh again
Until that day arrived I really want you to dream everyday

Rheo 07 June 2020

Selasa, 02 Juni 2020

Merindui kamu






Mengenal sosokmu. 
Tidak pernah menyangka juga akan sedekat dan seintim kita. 
Semua terjadi karena kebetulan. Tidak pernah menyangka bahwa reaksimu akan seperti itu.
Senang sekaligus mengejutkan dan membekas.

Missing you

Tapi, setelah semuanya berlalu lalu kamu undang aku kedalam duniamu, kamu buat aku nyaman bersama mu di sana sampai berulang kali terucap

"kenapa si kamu gak bisa tidur disini seakan pikiran mu ada di tempat lain"

Setalah aku berhasil lelap di istanamu lalu kamu berujar "tapi gak bisa nginep"
Jleb... 

kamu yg terus paksa aku untuk bisa istirahat bersamamu lalu baru saja melek kamu ucapkan seperti itu ... seakaan dirimu membentangkan jarak yg amad jauh. Terasa dekat tapi jauh, selayaknya bermain dalam sebuah lingkaran dimana aku hanya bisa melihat dan mendengarmu tanpa bisa mendekatimu lagi.

Mengapa?

Banyak pertanyaan terlontar dikepala. Banyak hal yang ingin ditanyakan. Apa yang menjadi kesalahan aku bersikap dan berucap? Jika memang dibilang aku bersikap aneh seperti yang dituduhkan tanpa penjelasan. Aku tidak terima mentah-mentah.

Aku masih ingat ketika malam kemarin kamu begitu erat mendekap dan selalunucapkan jangan pergi. Dan Malam itu kita berjanji bahwa apapun yang terjadi tidak akan membuat sikap kita menjadi aneh satu sama lain. Namun, sepertinya kamu lupa. Sikap yang kau perlihatkan tidak seperti yang sudah kita janjikan.

Mengapa?

Aku sudah berusaha melarutkan diriku seperti apa yg kamh mau .. tapi kenapa mendadak kamu tidak bisa bersikap biasa, menurutku loh yah?

Terus terang sedih bukan karena baper seperti yang kau tuduhkan. Tapi aku berharap kamu bisa bersikap seperti kita di awal. Kamu lebih bisa santai dan asik. Aku canggung dan bingung karena kamu seperti ini.

Tolong, balik lagi dong ke dirimu yang aku kenal diawal – santai dan sangat asik.

Merindu sosok aslimu.


Rhe

Most Viewed